Indah Wijayanti's Weblog — Here I am,..

It's a new world – it's a new start….

Reflections

The Greatest Love of All (whitney Houston)

Saat mengikuti seminar berseri , ini yang kedua, dengan thema Konsep diri dan gaya komunikasi, aku mendapatkan satu pencerahan.

Aku mulai mengenali suatu metode untuk membuat konsep diri yang positif dengan cara menanamkan ke alam bawah sadar kita konsep diri yang kita inginkan terus menerus selama 21 hari dan saat mengatakannya  (affirmasi) harus dengan penuh antusiasme dan yakin sepenuhnya.

Satu hal lain adalah sebuah video tentang Nick Vujicic yang terlahir cacat tanpa tangan dan hanya memiliki sedikit kaki, yang diiringi  syair lagu The greatest love of all,… sangat menyentuh dan membuatku haru,..

“I believe the children are our are future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the children’s laughter remind us how we used to be
Everybody searching for a hero
People need someone to look up to
I never found anyone who fulfill my needs
A lonely place to be
So I learned to depend on me

Chorus:
I decided long ago, never to walk in anyone’s shadows
If I fail, if I succeed
At least I’ll live as I believe
No matter what they take from me
They can’t take away my dignity

Because the greatest love of all
Is happening to me
I found the greatest love of all
Inside of me
The greatest love of all
Is easy to achieve
Learning to love yourself
It is the greatest love of all

I believe the children are our future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the children’s laughter remind us how we used to be

Chorus

And if by chance, that special place
That you’ve been dreaming of
Leads you to a lonely place
Find your strength in love

===========================

Cinta : Sebuah Karya dari Kahlil Gibran

kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat

ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung
dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan cinta.

Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan
mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah
bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup
yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku
lupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata ”
tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku
sendiri ”
mebuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa
yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita
menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.

kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta
kepadamu, karena takut kau berpaling dan
memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau
sadari

=============================

Never Say Never Again

jangan pernah mengatakan
tidak akan pernah lagi.
Jangan pernah membuat
keputusan dalam emosi- emosi
ekstrem.
Memang akan ada hal-hal
yang kita janjikan kepada diri sendiri
untuk tidak akan pernah kita
lakukan lagi.

…..

Tetapi, kesungguhan
itu seyogyanya ditetapkan untuk
hal-hal yang hanya akanmendatangkan
keburukan.
Kita sering membatasi kemungkinan
pencapaian kualitas
hidup yang baik, karena kita
membatasi hal-hal yang akan kita
lakukan, atau mengesampingkan
orang-orang tertentu dari rencana-
rencana kita.

..

Padahal, segala sesuatu masih
bisa berubah. Yang dulunya
menyakitkan, bisa saja sekarang
adalah hal termanis yang bisa kita
dapatkan. Atau yang selama ini
sangat kita percayai – bisa saja
nanti menjadi sumber dari kelalaian
terbesar kita.
Orang mengatakan bahwa
waktu menyembuhkan semua
penyakit. Tetapi obat yang digunakan
oleh waktu – adalah harapan.
Sehingga dia yang mengatakan
‘tidak akan pernah lagi’ – telah
sebetulnya mematikan harapannya
sendiri, dan dengannya dia
mengesampingkan pengobatan
bagi penyakit-penyakit hidupnya.
Sebetulnya, emosi yang menjadikan
keputusan kita sebagai
penyesalan itu – bukan hanya kemarahan.
Berhati-hati pula lah
Anda, bila Anda menemukan diri
Anda sedang dalam perasaan
sangat bergembira, sangat sedih,
sangat cemburu, dan sedang sangat
menggila kecintaan Anda
kepada seseorang atau sesuatu.
Pada semua emosi itu, kita
cenderung untuk membuat keputusan
yang berlebihan lebih-nya,
atau berlebihan kurang-nya.

………
Tidak ada orang yang bisa dikatakan
miskin, selama dia memiliki
harapan.
Dan bandingkan lah, siapa
kah yang lebih menarik untuk
menjadi rekan se-perjalanan; seorang
fakir yang riang karena harapan-
harapan baiknya, atau seorang
putra raja yang mengeluhkan
ketidak-jelasan sikap ayahanda-
nya mengenai siapa yang
nanti akan menggantikan beliau
di singgasana.
Karena Beliau Yang Memelihara
Alam ini tidak beristirahat
dalam memastikan pemenuhan
kebutuhan dari setiap saudara kita
yang terlemah pun – maka dia
yang berputus-harapan telah sesungguhnya
membatalkan sifat
Beliau Yang Maha Merahmati.
Apakah mereka yang mengecewakan
Anda itu, yang mungkin
juga sedang merayakan dengan
tawa tersembunyi atas keberhasilannya
dalam merendahkanAnda
itu – akan bersimpati bila Anda
menjadi pribadi yang gagal?
Bukankah mereka telah juga
membuang sebagian dari kita
yang lain – dari kebersamaan
yang seharusnya saling menyejahterakan?
Pikirkanlah, bukankah Anda
hanya akan menjadikan mereka
lebih bergembira dengan pelemahan
hati Anda oleh Anda sendiri?
Harapan adalah harta terakhir
kita.
Janganlah Anda jadikan
kekecewaan Anda sebagai
penghalang bagi
kemungkinan-kemungkinan
Anda.

Jangan biarkan mereka berhasil
melengkapkan kekejaman
mereka atas diri Anda. Jangan
katakan ‘tidak pernah.’ Katakanlah,
‘apa yang harus aku lakukan
untuk menjadikan perendahan ini
sebagai awal dari kenaikan-ku.’
Dia yang tidak pernah tegas
mengenai apa yang dicintainya,
tidak tegas mengenai apa yang
dikerjakannya, dan tidak tegas
mengenai apa yang diharapkannya
– akan sulit menemukan kebahagiaan.
Tetapi bila Anda tegas dalam
mengerjakan yang betul-betul
Anda cintai, dan Anda melangkahi
semua kesulitan – melalui
jembatan harapan Anda; maka
apa kah yang sebetulnya masih
bisa memperlambat perjalanan
Anda?
Katakanlah, tidak ada rasa
sakit di hati ini – yang bisa menjadikanku
lemah.
Perhatikanlah, bahwa mereka
yang benar-benar besar – tidak
akan pernah mengecilkan orang
lain. Dan mereka yang kecil, tidak
akan tulus membiarkan orang lain
menjadi besar.
Bila Anda dikecilkan, itu pasti
oleh orang kecil.

Dan hanya orang kecil yang
sakit bila disakiti oleh orang kecil.
Kebahagiaan mudah datang
kepada dia yang jelas dalam
kecintaannya, jelas dalam
pekerjaannya, dan jelas dalam
harapannya.
Jangan katakan ‘tidak akan
pernah.’ (MTSC, Mario Teguh, Never say never again)

=============================

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman kepada Nabi Dawud ’alaihis salam:
يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ
“Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” (Shad: 26)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: